Viral, Inilah Sosok Diduga Pak Prabu di Cerita KKN Desa Penari

Gresik Post - Diduga sebagai sosok Pak Prabu di cerita KKN Desa Penari, warga Kampung Dukuh yang bermana Sanusi menuturkan kesaksiannya.

Viral, Inilah Sosok Diduga Pak Prabu di Cerita KKN Desa Penari

Sanusi memaparkan sejumlah kesaksiannya soal cerita KKN Desa Penari.

Sebagaimana diketahui, Desa Penari menjadi heboh di masyarakat karena adanya cerita KKN di kawasan itu.

Kendati demikian, Desa Penari itu bukan merupakan nama daerah yang sebenarnya sehingga banyak masyarakat penasaran mengenai keberadaan tempat itu.

Teka-teki Desa Penari ini berusaha dikuak berbagai pihak.

Satu diantaranya vlogger dengan kanal YouTube Bajidot Vlog pada Minggu (15/9/2019).

Riza Azizie melalui vlognya itu mengunggah videonya saat mewawancarai Sanusi yang diduga merupakan sosok Pak Prabu di Cerita KKN Desa Penari.

Sanusi disebut-sebut merupakan nama sebenarnya dari Pak Prabu.

Untuk itu, Riza Azizie mencari fakta sebenarnya dari sosok Sanusi tersebut.

Dalam keterangan unggahannya di YouTube, Riza Azizie mengaku bahwa Sanusi diduga sebagai sosok Prabu oleh warga net.

"klarifikasi langsung oleh pak Sanusi kampung Dukuh,
yang "katanya" netizen adalah Pak Prabu dalam cerita Desa Penari," tulisnya di kanal YouTube Bajidot.

Sanusi awalnya menuturkan tradisi yang berada di wilayahnya sejak dahulu kala.

"Kalau orang dulu (red: nenek moyang) bilang menanam hal yang jelek nantinya anak dan cucu yang akan kena getahnya," tutur Sanusi.

Sanusi lebih lanjut mengatakan, hukum adat tersebut akan mengejar sampai akar-akarnya.

Adanya hal tersebut membuat warga sekitar tak ada yang berani mencuri.

"KKN disini jarang, yang sering di kawasan Kemiren. Kalau dulu disini aksesnya kurang dan primitif, sekarang mah agak primitif," ungkap Sanusi.

Sanusi menyatakan, kalau di cerita KKN Desa Penari terdapat sebuah pohon yang disebut sebagai tempat turun naiknya penumpang dari kendaraan maka sebenarnya tempat tersebut tak ada di kampungnya.

"Disini enggak ada pohon beringin," aku Sanusi.

Menurut Sanusi, kampungnya hanya memiliki 100 kepala keluarga dan 7 tempat pemakaman.

Bahkan, Sanusi mengaku terdapat beberapa keluarga yang memiliki pemakaman sendiri.

"Ada keyakinan orang disini, hidup itu harus ada tempatnya. Kalau udah mati, ada tempatnya juga. Bukan megalithikum ya tetapi emang batunya lain," papar Sanusi.

Sanusi menekankan, yang terpenting di kampungnya terdapat tradisi adat setiap tanggal 7 Syawal yang dilaksanakan pukul 7.00.

"Dilaksanakan dua kali ritual sambil kita mengingat atau napak tilas siapa yang membabat kampung ini dulu. Hutan dijadikan persawahan. Konon Saridin berjalan dari Dieng ke sini dihadang musuh dan pusakanya direbut. Pusaka tersebut namanya Samadinan.

Nah Samadinan itu digunakan untuk babat hutan dan jadi sawah di daerah sini," imbuh Sanusi.

Saat ditanyakan kebenaran cerita KKN di Desa Penari, Sanusi menegaskan bahwa kabar itu hoaks.

"Hoaks itu. Banyak yang tanya disini apa ada "prabu" atau kakek-kakek? Gak ada disini, keturunan raja gak ada disini," tegas Sanusi.

Sanusi bersikeras membantah kabar tersebut.

"Yang saya ingat itu mengenai Ibrahimi saat KKN dari Genteng dan Sukarejo," aku Sanusi.

Sanusi mengaku desanya itu aman dan tak ada peristiwa aneh seperti yang diceritakan di KKN Desa Penari.

"Disini aman-aman saja," tukas Sanusi.

Bahkan setiap kali berkegiatan seperti ingin membuka lahan persawahan dan sebagainya.

"Jadi kita ada selametan," aku Sanusi.

Ia lantas membandingkan hukum adat tersebut dengan hukum pemerintahan.

"Kalau hukum pemerintahan, dituntut jaksa lalu di vonis pengadilan dan di penjara sekian puluh tahun, setelah itu selesai. Tetapi berbeda dengan hukum adat, kalau belum memetik hasilnya sampai 10 besok maka enggak akan punah. Jadi kalau nyentil, balasannya tampar," ucap Sanusi.

Sanusi mengartikan bahwa setiap perbuatan yang tak sesuai dengan hukum adat, dipercaya akan mendapatkan pembalasan lebih besar.

Sementara itu mengenai cerita KKN di Desa Penari yang diduga berada di lokasinya, Sanusi menyatakan bahwa biasanya anak-anak KKN berada di desa tetangga.

Belum ada Komentar untuk "Viral, Inilah Sosok Diduga Pak Prabu di Cerita KKN Desa Penari"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel