Bongkar Lokasi Asli Viral KKN di Desa Penari, Bukan Daerah Banyuwangi?

Gresik Post - Lokasi asli cerita viral KKN di Desa Penari masih menjadi tanda tanya besar di kalangan masyarakat. Tak sedikit yang penasaran dengan lokasi asli cerita viral KKN di Desa Penari.

Bongkar Lokasi Asli Viral KKN di Desa Penari, Bukan Daerah Banyuwangi?

Dikutip dari tayangan Silet, Kamis (5/9/2019), 3 sosok indigo pun menceitakan penerawangan mereka terkait lokasi asli cerita viral KKN di Desa Penari.

Walau banyak yang menilai kisah KKN di Desa Penari merupakan kisah nyata yang dialami 6 mahasiswa saat melaksanakan tugas Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Dimana yang lebih meyakinkan kisah KKN di Desa Penari sendiri dibuat sedetail mungkin dalam versi dua orang yakni Nur dan Widya.

Namun tak sedikit yang meragukan kebenaran Kisah KKN di Desa Penari, bahkan ada yang menganggap kalau cerita tersebut hanya sebuah karangan dari penulis sebagai bocoran film horor yang akan diangkat ke layar lebar.

Bukan tanpa alasan, kisah KKN di Desa Penari sendiri pertama kali dipublish diunggah di akun anonim, lebih lagi kalau memang benar ada, mungkin pemberitaan sudah lebih dulu heboh.

Di samping pro dan kontra akan kisah KKN di Desa Penari ini, sosok indigo bernama Furi Harun saat menjadi bintang tamu di acara Pagi Pagi Pasti Happy, Rabu (4/9/2019).

Seperti diketahui, KKN di Desa Penari menceritakan pengalaman 6 orang mahasisa terdiri dari Nur, Widya, Ayu, Bima, Wahyu dan Anton.

6 orang mahasisa terdiri dari Nur, Widya, Ayu, Bima, Wahyu dan Anton tengah melakukan KKN di salah satu desa yang disebut desa Penari oleh penulis.

Awalnya kedatangan ke-6 mahasiswa itu sudah ditolak oleh tokoh desa setempat yakni kepala desa bernama Pak Prabu.

Setelah didesak oleh Ilham merupakan kakak Ayu, akhirnya ke-6 mahasiswa itu mendapat izin untuk KKN di Desa Penari.

Sejak awal kedatangan Nur dan rombongan, Nur dan Widya sudah merasa ada hal aneh dengan kekuatan mistis yang kental memasuki desa Penari.

Lokasi desa Penari sendiri diceritakan jauh dari keramaian kota, dimana lokasi desa sendiri tidak bisa ditempuh dengan mobil melainkan harus menaiki motor.

Kedatangan Nur yang ternyata dijaga oleh Mbah Dok lah yang awalnya tidak diterima oleh lelembut desa setempat.

Namun adanya Mbah Dok membuat Nur terhalang menjadi korban tumbal dari makhluk halus disebut Bandaruwih, sosok penari yang ada di desa Penari itu.

Kesalahan fatal Bima yang begitu terobsesi kepada Widya membuat ia hilang akal dan dimanfaatkan Badaruwih untuk mencari tumbal gadis perawan menurut kepercayaan masyarakat setempat.

Bima diberi sebuah mahkota yang tadinya harus diterima Widya, namun Ayu yang dititipi Bima nyatanya tidak menyampaikan hal itu kepada Widya.

Ayu malah menyimpan mahkota tersebut, dan balik memelet Bima yang telah lama ia sukai dengan sebuah selendang berwarna hijau yang ternyata juga diberi oleh Bandaruwih.

Bima dan Ayu pun diceritakan melakukan perbuatan terlarang di sebuah petilasan yang dikeramatkan penduduk setempat.

Akibat ulah Bima dan Ayu ini, KKN pun berjalan tidak lancar hingga harus melibatkan sesepuh bernama Mbah Buyut dalam menghadapi serangan makhluk alam lain.

Singkat cerita, Nur, Widya serta Anton dan Wahyu berhasil selamat, sedangkan Ayu dan Bima mengalami hal aneh sampai selang beberapa bulan usai kepulangan mereka dari KKN, keduanya disebut meninggal dunia.

Ayu dan Bima disebut meninggal dunia setelah sempat lama koma, dimana arwah Ayu sendiri disebut menjadi tumbal menggantikan Widya yang tadinya sempat diincar.

Setelah cerita ini menjadi viral, muncullah nama kawasan Rowo Bayu terletak di Kabupaten Banyuwangi, di Jawa Timur disebut sebagai lokasi KKN di Desa Penari.

Sebagai salah seorang artis yang berasal dari Banyuwangi, Danang DA melalui acara Pagi Pagi Pasti Happy, mengungkapkan kalau daerah tersebut mengalami kerugian atas kabar tersebut.

Rowo Bayu yang dikenal sebagai tempat wisata mendadak sepi karena disebut sebagai tempat terjadinya KKN di Desa Penari.

"Banyuwangi itu memang memiliki historical nya sendiri tinggi, ketika dikaitkan dengan ini mungkin karena banyuwangi memiliki banyak penari kan,

Tapi kerugian yang jelas di alami masyarakat setempat ya itu, karena ekonomi pariwisata yang berjalan jadi sepi, ketika ini naik cerita yang hoax ini naik maka jadi merugi," ungkap Danang yang juga jadi host di acara tersebut.

Di tempat yang sama, Furi Harun memiliki kemampuan indigo membongkar fakta kebenaran adanya cerita KKN di Desa Penari.

Menurut penerawangannya, Furi Harun terang-terangan menyebut kalau desa Penari yang diceritakan itu tidak ada.

Hal itu menurut Furi Harun berdasarkan observasi yang sudah ia lakukan bersama teman-teman indigonya.

"Kalau yang saya lihat desa penari itu engga yah,

Karena sudah ada observasi saya dan teman-teman tidak ada disana,

Kalau yang ada zaman dulu itu terjadi di daerah Jogjakarta (bukan banyuwangi),".

Meski begitu, menurut Furi Harun kemungkinan hal itu terjadi masih masuk akal terlebih kalau sejumlah mahasiswa yang melakukan KKN dengan tingkah yang tidak senonoh dan lain-lain.

"Kalau memang terjadi itu bisa saja terjadi, misalnya ada kkn yang tidak pamit dalam tata krama pun tidak baik, melakukan hal yang tak senonoh yah,

tapi sejauh ini untuk kasus kebenaran KKN di desa Penari ini, belum kelihatan sih," kata Furi Harun.

Meski begitu, dikatakan Furi dari viralnya cerita ini banyak hal positif yang bisa dicerna.

"Mungkin ini cerita hanya dibuat agar sekelompok mahasiswa yang tengah melakukan kkn untuk lebih menjaga attitude,

juga sebagai warning kepada orang yang melakukan ritual khusus," tutup Furi Harun.

Di lain tempat seorang anak indigo bernama Frislly Herlind justru melihat hal berbeda dari penerawangannya dibanding Furi Harun.

Menurut Frislly Herlind, lokasi yang ia lihat dari penerawangan secara mata bathin itu, ia melihat lokasi KKN di Desa Penari itu memang ada.

"Ada kondisinya lumayan jauh dari perkotaan, ada di dekat kaki pegunungan gitu,

Bondowoso kayaknya bukan gitu deh, beda pas hutan yang aku datengin secara mata bathin itu berbeda,

sebab kalau di daerah bondowoso itu adanya penunggu kayak lebih ke macan yah,".

Ditambahkan Frissly Herlind, gambaran sosok Badararuwih yang merupakan penari adalah wanita cantik.

Badararuwih merupakan penari cantik yang diikuti seekor ular besar.

"Bener kayak penari yang disewa kerjaan zaman dulu, ada sosok ular besar banget,".

Senada ahli supranatural lainnya bernaa Hari Hou juga menjelaskan kalau kejadian itu nyata adanya.

Hanya saja ia tidak bisa menjelaskan lokasi asli KKN di Desa Penari.

"Lokasinya memang terdapat di Jawa Timur, backgroundnya ada gunung serta sumber wanita dengan kecantikan dan bentuk ularnya, " .

Hari Hou menjelaskan apa yang terjadi kepada tokoh Bima dan Ayu yang disebut meninggal dari cerita tersebut.

Dikatakan Hari Hou, Bima sebenarnya menjadi suami dari penunggu wanita bernama Badararuwih, sedangkan Ayu menjadi pengganti Badararuwih sebagai penari.

"Yang pria jadi suami badararuwih, dan perempuan harus menggantikan ia jadi penari gitu,".

Belum ada Komentar untuk "Bongkar Lokasi Asli Viral KKN di Desa Penari, Bukan Daerah Banyuwangi?"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel