Viral, 2 Ormas Katolik di Sikka, NTT, Laporkan Ustaz Abdul Somad ke Polisi

Gresik Post - Puluhan anggota Forkoma PMKRI dan PMKRI Cabang Maumere mendatangi Mapolres Sikka dan menyampaikan laporan polisi di bagian SPKT. Selain memasukan laporan tertulis, Presidium Gerakan Kemasyarakatan PMKRI, Filipus Kako Pati, juga membacakan alasan pihaknya melaporkan Ustaz Abdul Somad.

Ustaz Abdul Somad

Filipus Kako Pati mengatakan, konten tausiyah Ustaz Abdul Somad yang diunggah di akun instagram @kajianustadzsomad itu memuat poin penistaan terhadap agama Kristen karena dianggap menghina simbol keselamatan umat nasrani, yaitu patung dan salib.

Dalam video tersebut, UAS berulang kali menyampaikan penghujatan terhadap simbol salib dengan menyatakan di dalam salib terdapat jin kafir yang bersemayam. Oleh karena itu, DPC PMKRI Cabang Maumere dan Forkoma PMKRI melaporkan Ustaz Abdul Somad ke Polres Sikka. 

Ketua PMKRI Cabang Maumere, Rio Fernandez, menilai ceramah UAS dalam video berdurasi 1 menit 53 detik itu sangat melukai perasaan pihaknya sebagai orang Katolik dan Protestan.
"Dalam momentum HUT RI ke-74 ini, saya menyampaikan kepada kita semua untuk menjaga toleransi, menjaga NKRI dan menjaga ke-Bhineka-an yang ada supaya tetap satu dan utuh," ungkap Rio Fernandez. 

Pihaknya berharap Kapolres Sikka bisa menangkap dan memenjarakan Ustaz Abdul Somad karena telah melakukan tindakan penistaan agama secara terang-terangan dengan dimuat dalam akun instagram @kajianustazabdulsomad.

Sementara itu, Koordinator Forkoma PMKRI Cabang Maumere, Bernadus Teng Karwayu, menyampaikan bahwa pembicaraan Ustaz Abdul Somad itu sangat melukai ke-Bhineka-an Indonesia. 

Ia mengatakan, salib dan patung itu, dalam bahasa iman Katolik, disebut Corpus atau tubuh Kristus, yang dalam nilai-nilai kristiani sangat dijunjung tinggi. Maka dari itu, kata Bernadus, ceramah UAS itu dianggap merusak keyakinan Katolik. Ia mengungkapkan keresahannya kepada UAS.

Mengutip ayat-ayat yang berada dalam kitab suci agama Anda. Agamamu adalah agamamu. Agamaku adalah agamaku. Oleh karena itu, hari ini dan seterusnya jangan pernah mengurus agama lain apalagi menyangkut konten atau materi yang tidak ada hubungan dengan agamamu," ungkap Bernadus. 

Anggota Forkoma, Siflan Anggi, menyampaikan bahwa pernyataan UAS dalam video itu tidak menunjukkan pernyataan dari seorang ustaz. Sebab, menurutnya, ustaz harusnya memberi pernyataan yang menyejukkan, seruan untuk kedamaian. Dia meminta kepada pihak Polres Sikka untuk segera memproses laporan polisi yang disampaikan ke Polda dan ke Polri. 

"Kalau UAS dalam video yang viral itu benar-benar mencederai iman umat Katolik sedunia. Pernyataan tersebut sudah sangat bahaya dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika. Dia sudah merusak sendi-sendi keimanan sesama umat beragama di Republik ini," ungkap Siflan Anggi. 

Anggota Forkoma lainnya, Viktor Nekur, juga mengungkapkan kekecewaannya.

"Saya berharap dari sisi penegakan hukum, negara ini negara hukum, negara ini punya daya paksa terhadap masyarakat yang melanggar hukum. Jangan sampai terjadi kasus Ustaz Abdul Somad ini menjadi kasus Habib Rizieq jilid 2 atau hanya menjadi laporan dan didiamkan atau laporan dan hilang," ungkap Viktor Nekur.

Belum ada Komentar untuk "Viral, 2 Ormas Katolik di Sikka, NTT, Laporkan Ustaz Abdul Somad ke Polisi"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel