Viral Aplikasi FaceApp, Platform Asal Rusia yang Curi Data Pengguna?

Gresik Post - Viralitas aplikasi buatan Rusia tersebut kian terdongkrak ketika sejumlah selebritas Tanah Air dan Hollywood mengedit wajah mereka menjadi tampak jauh lebih tua menggunakan FaceApp. Alhasil, tren #FaceAppChallenge sempat viral di berbagai platform media sosial.

FaceApp sendiri adalah aplikasi pengubah potret wajah berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang bisa 'merombak' raut wajah manusia secara ekstrem. Orang berusia muda bisa tampak dewasa hingga keriput seperti kakek-kakek atau nenek-nenek. Sebaliknya, mereka yang sudah berumur bisa terlihat bak anak-anak. 

Viral Aplikasi FaceApp

Namun, di tengah hebohnya aplikasi buatan Rusia tersebut muncul dugaan kalau platform ini diam-diam mencuri data pengguna, seperti foto wajah, yang dikhawatirkan akan dimanfaatkan untuk keperluan tertentu.

Pihak FaceApp kemudian membantah hal tersebut dengan memberikan pernyataan kepada TechCrunch untuk mengklarifikasi kebijakannya terkait masalah privasi.

Meskipun persyaratan layanan menunjukkan data masih dapat ditransfer ke tim pengembang Rusia, perusahaan mengklaim bahwa data pengguna tetap berada di server.

Yaroslav Goncharov, mantan eksekutif Yandex dan CEO FaceApp menjelaskan, foto yang disimpan di server sebenarnya digunakan untuk membuat proses pengeditan lebih efisien untuk pengguna. Setelah itu, foto-foto tersebut akan dihapus dalam waktu 48 jam.

Selain itu, FaceApp mengatakan, 99 persen pengguna memilih untuk tidak melakukan log in, sehingga aplikasi tidak memiliki banyak cara untuk mengidentifikasi informasi pengguna.

Pun demikian, kita tidak mengetahui dengan pasti apakah FaceApp benar-benar menghapus data foto pengguna atau tidak.

Perlu diingat, kita pun kerap mengunggah foto wajah ke server perusahaan teknologi lain, seperti Facebook, Instagram atau Google.

63 Persen Pengguna Tak Hiraukan Ketentuan Aplikasi FaceApp

Berkaitan dengan hal tersebut, penyedia solusi keamanan Kaspersky mengungkap, mayoritas (63 persen) konsumen tidak membaca perjanjian lisensi dan 43 persen hanya mencentang semua izin privasi, ketika mereka menginstal aplikasi baru.

"Di masa masyarakat yang takut ketinggalan tren (FOMO atau Fear of Missing Out) bisa membuat pengguna tidak peduli dengan keamanan--seperti memberikan izin aplikasi tanpa dipikirkan masak-masak," kata Yeo Siang Tiong, General Manager untuk Kaspersky SEA via email.

Pada dasarnya, tidak ada salahnya bila kita mengikuti tren yang terjadi di media sosial saat ini.

"Akan tetapi, ada baiknya untuk berhati-hati memberikan aplikasi FaceApp atau yang lainnya akses ke dalam kontak, foto, dan pesan pribadi," tutur Yeo menambahkan.

Bila mengklik "Allow" tanpa pikir panjang, ada kemungkinan pembuat aplikasi resmi atau pun ilegal akan mengakses hal yang seharusnya tetap menjadi data rahasia pengguna.

Ketika data sensitif itu diretas atau disalahgunakan, aplikasi viral seperti FaceApp pun dapat memanfaatkan celah untuk dieksploitasi oleh peretas guna menyebarkan virus berbahaya.

Tips Hindari Pencurian Data

Lebih lanjut, Kaspersky pun memberikan tips agar pengguna dapat menghindari pencurian data.

Kaspersky menyarankan, pengguna harus selalu berpikir secara aktif dan lebih berhati-hati dalam segala hal yang mereka lakukan di internet dan dengan perangkat mereka.

Berikut adalah beberapa langkah dasar yang dapat lakukan:

1. Hanya unduh aplikasi dari sumber tepercaya. Jangan lupa untuk membaca ulasan dan peringkat aplikasi

2. Pilih aplikasi yang ingin diinstal pada perangkat dengan bijak

3. Baca perjanjian lisensi dengan cermat

4. Perhatikan daftar izin yang diminta aplikasi

5. Hindari mengklik "next” selama instalasi aplikasi

6. Untuk lapisan keamanan tambahan, pastikan untuk menginstal solusi keamanan di perangkat

Belum ada Komentar untuk "Viral Aplikasi FaceApp, Platform Asal Rusia yang Curi Data Pengguna?"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel