Harga Bahan Pokok di Kabupaten Gresik Terpantau Merangkak Naik Memasuki Musim Kemarau

Gresikpost.id - Harga Bahan Pokok di Kabupaten Gresik Terpantau Merangkak Naik Memasuki Musim Kemarau. Kepala Diskoperindag Kabupaten Gresik Agus Budiyono membenarkan jika harga cabai rawet di pasar sangat tinggi. Terpantau harga cabai mengalami kenaikan sejak Jum’at (5/7) kemarin.

Kepala Diskoperindag Kabupaten Gresik Agus Budiyono

Harga cabai rawit yang sebelumnya seharga Rp 19 ribu naik menjadi Rp 49 ribu perkilogram. Kemudian cabai besar naik menjadi 54 ribu dari dari harga sebelumnya Rp 38 ribu.

"Kenaikan cabai memang paling tinggi," ujarnya, Minggu (7/7/2019).

Menurut Agus, kenaikan harga disebabkan oleh psikologis pasar yang mana permintaan meningkat tidak sebanding dengan ketersediaan barang.

Musim kemarau, juga memiliki peran dalam naiknya bahan pokok khususnya cabai. Pasalnya musim kemarau membuat petani cabai kekurabgan suplai air dan menyebabkan petani gagal panen.

“Karena Cabai kebutuhan airnya sangat tinggi, kalau musim kemarau petani banyak yang gagal panen,” katabdia.

Beberapa harga bahan pokok yang turun yaitu, gula pasir dari Rp 11.857 menjadi Rp. 11.500, beras dari Rp 10.700 menjadi Rp 10.500 kemudian Harga bawang merah yang sebelumnya Rp 30 ribu turun menjadi Rp 27 ribu perkilogram. Lalu bawang putih sebelumnya Rp 33 ribu turun menjadi Rp 30 ribu perkilogram.

Agus meminta kepada pedagang maupun pemasok agar pandai mengatasi kebutuhan. Hal itu agar ketersediaan barang tidak mengalami kelangkaan.

"Karena permintaan tinggi barang terbatas harganya jadi naik," tutupnya.

Belum ada Komentar untuk "Harga Bahan Pokok di Kabupaten Gresik Terpantau Merangkak Naik Memasuki Musim Kemarau"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel