Tangis Para Duta Besar Mendengar Ceramah Gus Muwafiq

Gresikpost.id - Tangis Para Duta Besar. Untuk mengundang Gus Muwafiq, Istana Presiden perlu dua tahun agar waktu ceramah di desa-desa dan di daerah bisa disingkronkan dengan jadwal kegiatan istana yang memang tidak bisa ditawar.


Bahkan Presiden Jokowi sengaja tidak mengambil waktu sambutan agar waktunya full dipakai Gus Muwafiq berceramah.

Gara-gara inilah, jadwal ceramah yang harusnya berdurasi 30 menit menjadi 45 menit (akhirnya berdurasi 46 menit). 15 menit terakhir harusnya jatah pidato Presiden Jokowi.

Bila Presiden Jokowi saja tertarik dengan ceramah Gus Muwafiq, bagaimana dengan para tamu dan duta besar negara sahabat yang diundang ke istana negara?

Mereka bukan hanya tertarik, tapi menangis haru karena cara menyampaikan nilai-nilai dakwah Gus Muwafiq dianggap berbeda dan penuh dengan nilai persatuan.

Tangis mereka adalah suara hati atas beban bangsa mereka yang hancur karena adu domba dari para penceramah gemblung yang menggunakan agama sebagai politisasi.

Tangis mereka adalah jeritan konflik bangsanya, yang bagi duta besar itu adalah perkara nyata dan bukan diada-adakan.

"Andai ada banyak ulama seperti antum ya syaikh, negeri kami tidak akan porak-poranda seperti sekarang,"

Kata beberapa duta besar yang menyalami Gus Muwafiq dan memeluknya haru.

Banyak tamu luar negri mengucapkan selamat kepada Gus Muwafiq usai ceramah. Ada diantara mereka yang mengucapkan thayyib, barakallah, dan lainnya.

Mereka tiba-tiba hilang sekat ideologi politik agamanya saat bertemu langsung dengan Gus Muwafiq. Dan merasa bangga berbangsa Indonesia.

Gus Muwafiq sengaja berpakaian tidak sesuai dengan protokoler istana karena beliau ingin menunjukkan:

inilah tampilan hakiki kiai NU.
Meskipun sederhana, tapi ruh dan jiwanya menyatukan bangsa...

@Ala-nu

Belum ada Komentar untuk "Tangis Para Duta Besar Mendengar Ceramah Gus Muwafiq"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel