Penjual Kopi di Desa Gadingwatu Gresik Nekat Campur Miras kepada Pelanggannya, Masuk Bui

Gresikpost.id - Banyaknya laporan masyarakat yang masuk ke Polsek Menganti Kabupaten Gresik terkait adanya warung kopi yang menjual kopi oplosan mendapat respon dari pihak kepolisian. Masalah ini saat ini sudah masuk tahap penyidangan di PN Gresik.

Kopi Hitam Gresik

Terdakwa Hanis Wahyudi (55), warga Desa Gadingwatu, Kecamatan Menganti, Gresik harus menjalani persidangan dikarenakan nekat menjual minuman keras kepada masyarakat dengan cara dicampur minuman kopi dan teh.

Kasus menjual miras dicampur kopi ini, kini harus menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Gresik.

Dalam berkas dakwaan yang dibacakan Jaksa Budi Prakoso mengatakan, bahwa terdakwa pada Desember 2018, telah membeli miras di daerah Semanding, Tuban sebanyak 30 dos, berisi 450 botol, ukuran air mineral 1,5 liter.

Ternyata, usaha warung kopi milik terdakwa Hanis di Desa Boteng, Kecamatan Menganti sejak 2016 sudah dicampur miras. Sehingga, pada Desember 2018 terungkap oleh jajaran Polres Gresik.

"Terdakwa mengetahui bahwa miras tersebut membahayakan kesehatan manusia, namun terdakwa tetap menjualnya perbotol, dan dicampurkan dalam minuman kopi dan teh kepada pembeli," kata Budi, usai sidang di PN Gresik, Selasa (11/6/2019).

Barang terlarang tersebut ternyata didapatkan dari Rais Nurwanto alias Basir, warga Tuban.

Dari kasus tersebut, terdakwa Hanis mengaku kapok dan menyesal.

"Kapok Pak," jawab Hanis dengan singkat kepada wartawan.

Sementara, Rais Nurwanto alias Basir juga ditangkap dan ikut disidangkan di PN Gresik dengan berkas terpisah.

Sidang perdana yang dipimpin majelis hakim PN Gresik Putu Gde Hariadi akhirnya ditunda pekan depan dengan agenda mendengarkan keterangan para saksi. 

Belum ada Komentar untuk " Penjual Kopi di Desa Gadingwatu Gresik Nekat Campur Miras kepada Pelanggannya, Masuk Bui"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel