Mapolres Gresik, Bongkar Bisnis Pembuatan Uang Palsu (upal) di Gresik

Gresikpost.id - .Jajaran Kepolisian Kabupaten Gresik nampaknya tidak tinggal diam setelah mendapatkan informasi dari Masyarakat Gresik banyak beredar uang Palsu. Mapolres Gresik, Bongkar Bisnis Pembuatan Uang Palsu (upal) di Gresik

 Mapolres Gresik, Bongkar Bisnis Pembuatan Uang Palsu (upal) di Gresik

Tempat produksi uang palsu (upal) di wilayah Gresik berhasil dibongkar aparat kepolisian. Empat orang berhasil diringkus. Mereka ditahan di Rutan Mapolres Gresik. Namun, satu pelaku berhasil melarikan diri.

Salah satu tersangka berdalih nekat menjalankan bisnis haram tersebut untuk biaya berobat karena sakit diabetes.

Keempat orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka adalah Rusman, 51, warga Dusun Bapuh Rt 01 Rw 01 Desa Babatan dan Jono, 69, asal Dusun Karangpilang Desa Ngampel, Kecamatan Balongpanggang.

Kemudian Fahrul Fauzi alias Pak Rul, 62, warga Dusun Berjel Rt 02 Rw 07, Kelurahan Pucang, Kecamatan Gudo, Jombang dan Khusnan Efendie, 63, asal Desa Bangsri Rt 01 Rw 01, Kelurahan Bangsri, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo. Sementara satu pelaku bernama Toni , 35, warga Kabupaten Mojokerto berstatus DPO.

"Saya sudah lama sakit diabet, jadi tertarik diajak Toni. Rencananya uang  palsu akan dibuat berobat ke rumah sakit," kata Fahrul Fauzi saat diperiksa di Mapolres Gresik. Dia mengatakan otak utama dalam pembuatan upal itu adalah Toni.

Terbongkarnya produksi upal tersebut berawal dari informasi yang didapat petugas bahwa ada dugaan produksi upal di wilayah Kecamatan Balongpanggang. Setelah diselidiki ternyata benar. Terdapat salah satu rumah tersangka digunakan untuk mencetak uang.

Tidak mau kecolongan, aparat langsung melakukan penyergapan. Beruntung di lokasi, terdapat empat orang yang sedang melakukan aktifitas pembuatan upal. Semuanya langsung diamankan. "Satu pelaku masih DPO," kata Kanit Pidum Satreskrim Polres Gresik Ipda Aditya.

Selain mengamankan empat orang tersangka, polisi juga berhasil menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya dua meja kaca, dua screen untuk menyablon kertas, dua botol minyak sablon berukuran 1 liter, dan satu kuas kecil.

Juga, satu laptop, satu buah printer dan beberapa barang yang digunakan untuk membuat uang serta sejumlah lembaran uang yang belum dipotong. "Semuanya telah kami sita untuk bukti di persidangan," ungkapnya.

Keempat tersangka dijerat dengan pasal 36 ayat (1) Jo pasal 26 ayat (1) UU RI No 7/2011 tentang mata uang atau pasal 244 KUHP jo pasal 55 ayat (1) ke 1e KUHP. "Tersangka diancam dengan hukuman 10 tahun penjara," pungkasnya.

Belum ada Komentar untuk " Mapolres Gresik, Bongkar Bisnis Pembuatan Uang Palsu (upal) di Gresik"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel